PENERAPAN SISTEM INTERNET OF THINGS (IoT) UNTUK IRIGASI PRESISI BUDIDAYA TANAMAN MELATI DI DESA JATIJEJER KABUPATEN MOJOKERTO PROVINSI JAWA TIMUR

Authors

  • Marisca Evalina Gondokesumo Universitas Surabaya Author
  • Dwie Retna Suryaningsih Universitas Wijaya Kusuma Surabaya Author
  • Azminah Azminah Universitas Surabaya Author
  • Grace Felicia Djayapranata Universitas Surabaya Author

DOI:

https://doi.org/10.52232/risdamas.v2.i1.121

Keywords:

Budidaya Yang Baik Dan Benar, Internet Of Things, Irigasi, Pertanian Berkelanjutan, Smart Farming

Abstract

Tim pengabdian kepada masyarakat Universitas Surabaya dan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya menjalankan program pemberdayaan desa binaan pada desa Jatijejer yang terletak di Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur supaya menjadi desa atsiri pertama di Jawa Timur. Pada tahun pertama berfokus pada budidaya tanaman dan produksi minyak atsiri dari serai wangi dan serai dapur serta pembuatan berbagai macam produk berbahan dasar minyak atsiri. Pada tahun kedua ini, dilakukan juga budidaya tanaman melati sebagai diversifikasi produk minyak atsiri yang dihasilkan. Kualitas dan keseragaman hasil panen menjadi kunci dalam menjamin mutu bahan baku minyak atsiri, sehingga dibutuhkan sistem budidaya yang terkontrol dengan mengimplementasikan teknologi pertanian cerdas (smart farming) melalui penerapan Internet of Things (IoT) untuk irigasi presisi di lahan pertanian desa Jatijejer. Kegiatan dilakukan melalui kolaborasi Tim pengabdi dan kelompok tani mencakup pemahaman teori dan praktik tentang konsep dan penerapan IoT untuk irigasi presisi dengan cara pemantauan dan pengendalian jarak jauh (remote) menggunakan perangkat seluler (smartphone). Pengetahuan petani meningkat terkait penerapan IoT sehingga berkontribusi terhadap peningkatan kuantitas dan kualitas hasil panen. Hal ini juga didukung dengan persyaratan budidaya yang baik dan benar (Good Agricultural Practices) dengan menerapkan standardisasi budidaya (SOP) mulai dari persiapan lahan, penanaman hingga pasca panen. Irigasi presisi yang memanfaatkan sensor, jaringan, dan otomatisasi terbukti sesuai untuk kondisi lahan dengan debit air terbatas, terutama pada musim kemarau. Sistem ini mampu menekan biaya operasional (cost), khususnya tenaga kerja untuk irigasi. Dengan demikian, penerapan IoT pada sistem irigasi di Desa Jatijejer efektif meningkatkan efisiensi sumber daya dalam mendukung praktik pertanian berkelanjutan

Downloads

Published

2025-12-16