Edukasi Anti-Bullying Berbasis Role Play Oleh Mahasiswa KKN Untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa SDN 2 Selengen, Lombok Utara

Authors

  • Muhammad Arbin Program Studi Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram Author
  • ST Radiyah Program Studi Sosiologi, Fakultas Hukum, Ilmu Sosial, dan Ilmu Politik, Universitas Mataram Author
  • Linda Aulia Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram Author
  • Wulan Sri Andriani Program Studi Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram Author
  • Nadhifah Rabbani Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Mataram Author
  • Pande Komang Suparyana Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Mataram Author
  • Ni Made Wirastika Sari Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Mataram Author

DOI:

https://doi.org/10.52232/nalar.v5i2.271

Keywords:

Anti-Bullying, Edukasi, KKN, Pemahaman Siswa, Role Play

Abstract

Perundungan pada lingkungan sekolah dasar memerlukan upaya pencegahan melalui edukasi yang sesuai dengan karakteristik perkembangan peserta didik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai bentuk, dampak, dan upaya menghadapi bullying melalui edukasi berbasis role play. Kegiatan dilaksanakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Mataram di SDN 2 Selengen, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, dengan melibatkan 30 siswa kelas IV. Pelaksanaan kegiatan terdiri atas tahap persiapan, pengukuran awal (pre-test), penyampaian materi interaktif berbantuan media audiovisual, simulasi role play, diskusi dan tanya jawab, serta pengukuran akhir (post-test). Pemahaman siswa diukur menggunakan tes objektif sebanyak 10 butir yang mencakup pengertian, bentuk, dampak, dan respons terhadap bullying. Peningkatan individual ditetapkan apabila skor post-test lebih tinggi daripada skor pre-test. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 28 dari 30 siswa mengalami peningkatan skor pemahaman, sehingga persentase siswa yang meningkat mencapai 93,3%. Selama simulasi, siswa juga menunjukkan keterlibatan aktif dalam mengidentifikasi situasi perundungan dan mendiskusikan respons yang tepat sebagai korban maupun saksi. Pendekatan role play memberikan pengalaman belajar yang kontekstual dan partisipatif sehingga berpotensi mendukung edukasi preventif anti-bullying pada siswa sekolah dasar. Keberlanjutan program memerlukan keterlibatan guru dan penguatan edukasi secara berkala untuk membangun lingkungan sekolah yang aman dan ramah anak

Downloads

Published

2026-06-30