Edukasi Anti-Bullying Berbasis Role Play Oleh Mahasiswa KKN Untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa SDN 2 Selengen, Lombok Utara
DOI:
https://doi.org/10.52232/nalar.v5i2.271Keywords:
Anti-Bullying, Edukasi, KKN, Pemahaman Siswa, Role PlayAbstract
Perundungan pada lingkungan sekolah dasar memerlukan upaya pencegahan melalui edukasi yang sesuai dengan karakteristik perkembangan peserta didik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai bentuk, dampak, dan upaya menghadapi bullying melalui edukasi berbasis role play. Kegiatan dilaksanakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Mataram di SDN 2 Selengen, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, dengan melibatkan 30 siswa kelas IV. Pelaksanaan kegiatan terdiri atas tahap persiapan, pengukuran awal (pre-test), penyampaian materi interaktif berbantuan media audiovisual, simulasi role play, diskusi dan tanya jawab, serta pengukuran akhir (post-test). Pemahaman siswa diukur menggunakan tes objektif sebanyak 10 butir yang mencakup pengertian, bentuk, dampak, dan respons terhadap bullying. Peningkatan individual ditetapkan apabila skor post-test lebih tinggi daripada skor pre-test. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa 28 dari 30 siswa mengalami peningkatan skor pemahaman, sehingga persentase siswa yang meningkat mencapai 93,3%. Selama simulasi, siswa juga menunjukkan keterlibatan aktif dalam mengidentifikasi situasi perundungan dan mendiskusikan respons yang tepat sebagai korban maupun saksi. Pendekatan role play memberikan pengalaman belajar yang kontekstual dan partisipatif sehingga berpotensi mendukung edukasi preventif anti-bullying pada siswa sekolah dasar. Keberlanjutan program memerlukan keterlibatan guru dan penguatan edukasi secara berkala untuk membangun lingkungan sekolah yang aman dan ramah anak


