Revitalisasi Produktivitas Kakao Melalui Teknologi Sambung Pucuk Sebagai Upaya Peremajaan Tanaman Di Subak Mekar Sari Petang Kabupaten Badung
DOI:
https://doi.org/10.52232/jasintek.v7.i3.92Keywords:
Kakao, Sambung Pucuk, Peremajaan Tanaman, Pertanian BerkelanjutanAbstract
Produktivitas kakao di Subak Mekar Sari, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung mengalami penurunan akibat dominasi tanaman tua, penggunaan bahan tanam yang kurang unggul, serta rendahnya pengetahuan petani mengenai teknologi peremajaan tanaman. Kondisi tersebut menyebabkan produksi kakao petani hanya mencapai sekitar 0,8 ton/ha/tahun, lebih rendah dibandingkan potensi produksi kakao unggul. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam menerapkan teknologi sambung pucuk sebagai inovasi peremajaan tanaman kakao yang efektif, efisien, dan berkelanjutan. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Mei 2026 dengan melibatkan 25 anggota Kelompok Tani Subak Mekar Sari. Metode yang digunakan meliputi survei awal, penyuluhan, demonstrasi teknologi, praktik lapangan, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Keberhasilan program diukur melalui hasil pre-test dan post-test, tingkat keberhasilan sambung pucuk, serta partisipasi petani selama kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengetahuan petani mengenai teknologi sambung pucuk meningkat dari 54,2% menjadi 87,6%, sedangkan keterampilan teknis petani meningkat dari 38,4% menjadi 84,8%. Sebanyak 150 tanaman kakao diremajakan melalui teknik sambung pucuk dengan tingkat keberhasilan sambungan mencapai 86,7%. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kapasitas petani dalam penerapan teknologi peremajaan kakao dan berpotensi mendukung peningkatan produktivitas serta keberlanjutan usaha tani kakao di Subak Mekar Sari










