Workshop Ecoprint Dan Pengolahan Tanaman Mangrove Sebagai Pewarna Alami: Dukungan Untuk Ekowisata

Authors

  • Iwan Risnasari Program Studi Kehutanan Fakultas Kehutanan, Universitas Sumatera Utara Author
  • Bejo Slamet Program Studi Kehutanan Fakultas Kehutanan, Universitas Sumatera Utara Author
  • Erni Jumilawaty Program Studi Biologi, FMIPA, Universitas Sumatera Utara Author
  • Ahmad Baiquni Rangkuti Program Studi Kehutanan Fakultas Kehutanan, Universitas Sumatera Utara Author
  • Etti Sartina Siregar Program Studi Biologi, FMIPA, Universitas Sumatera Utara Author
  • Deni Elfiati Program Studi Kehutanan Fakultas Kehutanan, Universitas Sumatera Utara Author
  • Yunasfi Program Studi Kehutanan Fakultas Kehutanan, Universitas Sumatera Utara Author
  • Mohammad Basyuni Program Studi Kehutanan Fakultas Kehutanan, Universitas Sumatera Utara Author
  • Meutia Nauly Program Studi Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Sumatera Utara Author

DOI:

https://doi.org/10.52232/jasintek.v6.iRisdamas.86

Keywords:

Ekowisata, Mangrove, Pewarna Alami, Pemberdayaan Masyarakat

Abstract

Desa Bagan Kuala di Serdang Bedagai memiliki banyak potensi ekowisata salah satunya adalah ekosistem mangrove. Namun pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan belum diterapkan dengan baik. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kapasitas peserta dalam pemanfaatan tanaman mangrove sebagai pewarna alami dan praktik ecoprint. Dalam upaya untuk meningkatkan kapasitas dan memperkuat ekonomi lokal, workshop ini melibatkan pelatihan teknik ecoprint menggunakan pewarna yang berasal dari ekstrak mangrove, yang tidak hanya ramah lingkungan tetapi juga memiliki nilai jual yang cukup tinggi.  Hasil pewarnaan kain memiliki variasi warna dan motif. Keterlibatan masyarakat dalam workshop ini juga dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga ekosistem mangrove dan membuka peluang bisnis baru untuk mendukung ekowisata di daerah tersebut. Pengetahuan peserta terkait zat warna alam (ZWA) mengalami peningkatan dari 20% menjadi 100% peserta yang tahu tentang ZWA.  Pengetahun peserta terhadap manfaat mangrove untuk batik yang awalnya hanya 6% meningkat menjadi 80%. Pengetahuan bahwa mangrove dapat dibuat untuk pewarnaan kain yang bukan batik juga mengalami peningkatan dari yang awalnya hanya 6% meningkat menjadi 87%.  Pengetahun tentang ecoprint juga mengalami peningkatan pesat yang awalnya hanya 6% menjadi 100%. Diharapkan bahwa program ini akan menjadi langkah awal dalam menggabungkan pengembangan ekonomi berbasis masyarakat dengan pengelolaan lingkungan.

Downloads

Published

2024-12-31