Pemberdayaan Masyarakat Perhutanan Sosial Cindakko Melalui Aplikasi-Probiotik

Authors

  • Andi N Renita Relatami Program Studi Kedokteran Hewan, Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Author
  • Ifhan Dwin Hoven Program studi Teknologi Pembenihan, Jurusan Budidaya Perairan, Politeknik Pertanian Negeri Pangkep Author
  • Sri Wahyuni Firman Prodi Akuakultur, Fakultas Sains Terapan, Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong Author
  • Amalyah Febryanti Jurusan Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Alauddin Makassar Author
  • Fajar Syamsurya Pertamina Patra Niaga AFT Hasanuddin Author
  • Andi Sudirman Jurusan Keperawatan, Politeknik Kesehatan Kemenkes Author
  • Asmi Citra Malina A.R.Tassakka Program Studi Budidaya Perikanan, Jurusan Perikanan, Universitas Hasanuddin Author

DOI:

https://doi.org/10.52232/jasintek.v6.i1.55

Keywords:

Cindakko, Kompos, Pemberdayaan Masyarakat, Perhutanan Sosial, Probiotik

Abstract

Pemberdayaan masyarakat perhutanan sosial di Dusun Cindakko, Desa Bonto Somba, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros bertujuan meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan kelestarian lingkungan melalui aplikasi teknologi probiotik. Dusun Cindakko merupakan wilayah tertinggal dengan sumber daya alam yang belum optimal serta keterbatasan infrastruktur dan pendidikan. Program ini melibatkan 63 anggota kelompok usaha perhutanan sosial (KUPS) kopi, gula aren, dan madu. Metode yang diterapkan mencakup pelatihan dan pendampingan dalam penyulaman vegetasi lebah, perawatan tanaman kopi, dan produksi Pupuk Organik Cair (POC) serta biofertilizer menggunakan bakteri probiotik ODB 8 dari PT Pertamina Patra Niaga AFT Hasanuddin. Hasil pelaksanaan program menunjukkan bahwa teknologi probiotik dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan peternakan lokal secara berkelanjutan. Probiotik ODB 8 berperan dalam memperbaiki kualitas tanah, meningkatkan kesehatan tanaman, serta mengoptimalkan produksi pakan ternak. Masyarakat Cindakko telah berhasil memproduksi probiotik secara mandiri dengan menggunakan bahan lokal, yaitu gula aren, dan menamakan produk dengan Oba’. Program ini juga dilengkapi dengan monitoring dan evaluasi yang berfokus pada kepuasan masyarakat dan efektivitas pelaksanaan program. Hasil evaluasi menunjukkan skor kepuasan 98,90%, yang mengindikasikan kepuasan masyarakat terhadap pelaksanaan program pemberdayaan ini. Inisiatif ini tidak hanya mendukung keberlanjutan lingkungan tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan mengurangi ketergantungan pada bahan kimia sintetis dan meningkatkan kemandirian ekonomi.

Downloads

Published

2024-10-31