Pola Penggunaan Input Produksi dan Distribusi Output dalam Sistem Bagi Hasil di Kecamatan Woja Kabupaten Dompu
DOI:
https://doi.org/10.52232/jasintek.v7.i1.46Keywords:
Bagi-hasil, Distribusi, Produksi, Usahatani, WojaAbstract
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pola penggunaan input produksi dan distribusi output dalam sistem bagi hasil di Kecamatan Woja Kabupaten Dompu. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu secara sengaja (purposive sampling) dengan pertimbangan bahwa di Kecamatan Woja terdapat banyak petani yang menerapkan sistem bagi hasil. Jumlah sampel dalam penelitian ini ditentukan dengan metode quota sampling, yaitu sebanyak 60 responden. Penentuan responden menggunakan metode accidental sampling. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kualitatif dan kuantitatif dengan sumber data primer dan dan sekunder. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif untuk menggambarkan pola penggunaan input produksi dan distribusi output, serta perhitungan proporsi biaya dan hasil dalam sistem bagi hasil. Hasil menunjukkan bahwa dalam pola penggunaan input produksi, penggarap menanggung beban biaya lebih besar, yaitu 61,36% dari total biaya, sedangkan pemilik lahan hanya menanggung 38,64%. Sementara itu, distribusi output hasil panen tetap dibagi rata 50:50, dengan masing-masing pihak menerima 3.095,84 kg dari total produksi 6.191,68 kg per hektar. Pola pembagian ini mencerminkan prinsip keadilan normatif, namun ketika dikaitkan dengan kontribusi biaya, terjadi ketidakseimbangan antara peran input dan pembagian hasil, sehingga perlu penyesuaian mekanisme bagi hasil agar lebih proporsional









