Peningkatan Kapasitas Kelompok Tani Hutan melalui Penerapan SOP Pemanenan dan Penguatan Legalitas Produk Madu di Desa Gunjan Asri, Lombok Utara

Authors

  • Pande Komang Suparyana Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Mataram Author
  • L. Sukardi Prodi Agribisnis, Universitas Mataram Author
  • Addinul Yakin Prodi Agribisnis, Universitas Mataram Author
  • Amiruddin Prodi Agribisnis, Universitas Mataram Author
  • Halimatus Sadiyah Prodi Agribisnis, Universitas Mataram Author
  • Muhammad Taofik Kurohman Prodi Agribisnis, Universitas Mataram Author

DOI:

https://doi.org/10.52232/jasintek.v8.i1.321

Keywords:

Apis Cerana; Kelompok Tani Hutan; Manajemen Mutu; Sdgs; SOP Produksi

Abstract

Madu Apis cerana merupakan salah satu hasil hutan bukan kayu yang berpotensi dikembangkan sebagai sumber pendapatan masyarakat sekitar kawasan hutan. Kelompok Tani Hutan (KTH) Mur Semalang di Desa Gunjan Asri, Kabupaten Lombok Utara telah mengembangkan usaha madu, namun masih menghadapi kendala berupa belum konsistennya mutu produksi, penerapan higienitas yang belum optimal, belum tersedianya prosedur produksi yang terstandar, serta terbatasnya kesiapan administrasi dan legalitas produk. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas mitra dalam manajemen mutu dan kesiapan pemenuhan legalitas produk madu. Program dilaksanakan pada Mei–Agustus 2026 dengan melibatkan 20 anggota KTH melalui tahapan sosialisasi, penyuluhan dan pelatihan, penerapan IPTEKS, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Intervensi meliputi penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) produksi berbasis Good Manufacturing Practices (GMP) dan Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH), penataan sarana produksi, penguatan administrasi usaha, serta perbaikan pelabelan. Evaluasi pemahaman dilakukan menggunakan pre-test dan post-test yang dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil kegiatan menunjukkan rata-rata skor pemahaman mitra meningkat dari 1,93 menjadi 4,45 pada skala maksimum 5, atau dari 38,6% menjadi 89,0%. Program juga menghasilkan SOP sebagai pedoman produksi, perbaikan sarana dan praktik produksi, pembenahan pelabelan, serta penguatan kesiapan kelompok dalam memenuhi aspek legalitas produk. Kegiatan ini berkontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) 8, khususnya penguatan kapasitas usaha produktif masyarakat, dan SDG 12 melalui penerapan proses produksi yang lebih higienis, terstandar, dan bertanggung jawab. Pendampingan yang dilakukan memberikan fondasi bagi peningkatan kemandirian KTH dalam menjaga mutu dan mengembangkan usaha madu secara berkelanjutan.

Downloads

Published

2026-08-31