Peran Etnoekologi Dalam Keberlanjutan Agroekosistem Usahatani Lahan Kering Di Kabupaten Lombok Tengah
DOI:
https://doi.org/10.52232/jasintek.v7.i3.208Keywords:
Usahatani Lahan Kering, Etnoekologi, Berkelanjutan, Kearifan LokalAbstract
Etnoekologi merupakan studi tentang hubungan manusia dengan lingkungannya yang berfokus pada pengaruh pengetahuan lokal terhadap tradisi pengelolaan suatu agroekosistem. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis etnoekologi pengelolaan agroekosistem usahatani lahan kering yang berkelanjutan di Kabupaten Lombok Tengah. Metode penelitian adalah literatur review terhadap jurnal-jurnal tentang etnoekologi pengelolaan agroekosistem usahatani lahan kering di Kabupaten Lombok Tengah. Penentuan lokasi penelitian di Kabupaten Lombok Tengah secara purposive sampling atas pertimbangan merupakan sentra produksi beras terbesar di NTB dengan potensi pertanian lahan kering yang cukup luas. Hasil penelitian menunjukkan etnoekologi pengelolaan agroekosistem usahatani lahan kering yang berkelanjutan di Kabupaten Lombok Tengah adalah implementasi tradisi petani tentang penentuan pola curah hujan secara tradisional (warige) untuk penentuan waktu dan jenis tanaman/pola tanam, jenis tanah, serta interaksi antara tanaman, ternak dan lingkungan, pengelolaan lahan dengan alat sederhana dan ramah lingkungan (tenaga ternak), konservasi keanekaragaman hayati dan peningkatan kesuburan tanah secara alamiah berkelanjutan yang berbasis pada pengembangan usahatani campuran antara usahatani tanaman dan ternak










