Analisis Efisiensi Penggunaan Faktor-Faktor Produksi Pada Usahatani Padi Varietas Inpari-32 HDB Di Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat

Authors

  • Siti Zahratul Aini Sabirin Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Mataram Author
  • Candra Ayu Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Mataram Author

DOI:

https://doi.org/10.52232/jasintek.v7.i3.203

Keywords:

Usahatani, Faktor Produksi, Padi, Efisiensi Ekonomis

Abstract

Pengembangan pertanian tanaman pangan, khususnya padi menjadi prioritas utama di Indonesia karena menjadi pangan pokok terbesar. Inovasi varietas unggul sangat diperlukan dan difusi inovasi menentukan kemampuan berproduksi pangan tersebut, termasuk varietas Inpari-32. Penelitian ini bertujuan untuk: menganalisis efisiensi ekonomis penggunaan faktor-faktor produksi pada usahatani padi sawah varietas Inpari-32 HDB di Kecamatan Kediri Kabupaten Lombok Barat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Unit analisis dalam penelitian ini yaitu petani yang melakukan usahatani padi varietas Inpari-32. Penentuan daerah sampel dilakukan secara Purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 93 orang. Pengambilan sampel dilakukan secara proportional random sampling. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis deskriptif, analisis fungsi produksi cobb-douglas, dan analisis efisiensi ekonomis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan faktor produksi berupa benih, pupuk urea dan tenaga kerja berpengaruh nyata terhadap hasil produksi usahatani padi sawah verietas Inpari-32; sedangkan pupuk NPK dan pestisida cair tidak berpengaruh nyata terhadap hasil produksi usahatani padi sawah varietas Inpari-32. Penggunaan faktor produksi berupa benih, pupuk urea, pupuk NPK dan tenaga kerja belum efisien secara ekonomis yang mana dapat dilihat dari nilai indeks efisiensi yang didapatkan yaitu >1 sehingga penggunaan faktor produksi yang bersangkutan perlu ditambah untuk mencapai efisiensi ekonomis; sedangkan faktor produksi pestisida cair tidak efisien secara ekonomis karena nilai indeks efisiensi yang didapatkan <1, sehingga penggunaan faktor produksi yang bersangkutan perlu dikurangi.

Downloads

Published

2026-04-30