Model Autoregressive Integrated Moving Average Untuk Prediksi Harga Ecer Bawang Merah di Pasar Tradisional Mandalika Kota Mataram
DOI:
https://doi.org/10.52232/jasintek.v7.i3.202Keywords:
Bawang Merah, ARIMA Box-Jenkins, Data Mining, Peramalan, Time SeriesAbstract
Bawang merah merupakan komoditas hortikultura bernilai tinggi yang berperan penting dalam konsumsi rumah tangga serta memiliki kontribusi signifikan terhadap inflasi, khususnya di Kota Mataram. Harga bawang merah di pasar tradisional, seperti Pasar Mandalika, cenderung mengalami fluktuasi yang tinggi akibat faktor musiman, distribusi, dan kondisi pasar. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi harga ecer bawang merah menggunakan pendekatan data mining dengan model ARIMA Box-Jenkins. Data yang digunakan merupakan data deret waktu harga bawang merah periode 2021–2025. Tahapan analisis meliputi uji stasioneritas, identifikasi model melalui plot ACF dan PACF, estimasi parameter, uji diagnostik, serta pemilihan model terbaik menggunakan kriteria AIC, RMSE, dan MAPE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model terbaik yang diperoleh adalah ARIMA (1,1,1), yang memenuhi asumsi white noise, memiliki parameter signifikan, serta nilai AIC, RMSE, dan MAPE terkecil dibandingkan model lainnya. Hasil peramalan tahun 2026 menunjukkan adanya tren penurunan harga secara bertahap, dari Rp48.471 per kilogram pada Januari menjadi Rp35.574 per kilogram pada Desember. Temuan ini mengindikasikan adanya kecenderungan stabilisasi harga bawang merah di masa mendatang. Model ini diharapkan dapat menjadi alat bantu dalam pengambilan keputusan bagi pemerintah, pedagang, dan konsumen dalam mengantisipasi fluktuasi harga di pasar










