Peningkatan Kualitas dan Keberlanjutan Produk melalui Pengendalian Titik Kritis Produksi Virgin Coconut Oil pada KWT Tamara
DOI:
https://doi.org/10.52232/jasintek.v7.i2.189Keywords:
Virgin Coconut Oil, Titik Kritis Produksi, Penyuluhan, KWT TamaraAbstract
Pengolahan Virgin Coconut Oil (VCO) merupakan salah satu upaya peningkatan nilai tambah komoditas kelapa yang banyak dikembangkan oleh kelompok masyarakat. Namun, pada tingkat usaha skala rumah tangga, kualitas produk sering kali belum optimal akibat rendahnya pemahaman terhadap titik kritis produksi. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman Kelompok Wanita Tani (KWT) Tamara Desa Medana, Kabupaten Lombok Utara, mengenai kualitas VCO melalui penyuluhan dan sosialisasi titik kritis produksi. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan desain one-group pre-test–post-test. Peserta yang hadir sebanyak 16 peserta dari anggota KWT dan 8 peserta dari masyarakat sekitar yang berminat mengikuti kegiatan sehingga total peserta yang hadir sebanyak 24 peserta. Kegiatan meliputi pengukuran awal pemahaman mitra, pelaksanaan penyuluhan dan sosialisasi, serta evaluasi melalui post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan tingkat pemahaman mitra dari 52,67% pada pre-test menjadi 82,08% pada post-test. Peningkatan ini menunjukkan bahwa kegiatan sosialisasi efektif dalam meningkatkan kapasitas pengetahuan mitra terkait kualitas dan pengendalian titik kritis produksi VCO. Kegiatan ini diharapkan menjadi dasar bagi penerapan praktik produksi VCO yang lebih terstandar dan berkelanjutan guna memperkuat daya saing produk lokal









