Analisis Tingkat Ketahanan Pangan Rumahtangga Petani dengan Balita Berprevalensi Stunting di Kabupaten Lombok Tengah

Authors

  • Candra Ayu Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Mataram Author
  • Wuryantoro Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Mataram Author
  • Nurtaji Wathoni Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Mataram Author
  • Ibrahim Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Mataram Author
  • Eka Nurminda Dewi Mandalika Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Mataram Author

DOI:

https://doi.org/10.52232/jasintek.v7.i2.188

Keywords:

Ketahanan Pangan, Prevalensi, Stunting, Petani, Balita

Abstract

Sebagai wilayah utama penghasil beras, Kabupaten Lombok Tengah menempati posisi terdepan di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Namun, capaian tersebut belum diikuti dengan peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani, serta menjadikan daerah ini sebagai kabupaten dengan prevalensi stunting tertinggi di NTB pada tahun 2022. Meskipun prevalensi stunting menurun sebesar 8,89% menjadi 24,6% pada tahun 2023, angka tersebut masih melebihi standar WHO sebesar 20%. Prevalensi stunting tertinggi justru terjadi di sentra-sentra produksi beras. Tujuan dari Penelitian ini memfokuskan pada analisis ketahanan pangan rumah tangga petani yang memiliki anak stunting di Kabupaten Lombok Tengah. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan teknik survei, recall, dan observasi. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive pada wilayah sentra produksi beras dengan prevalensi stunting tinggi, yaitu Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Praya (Desa Bunut Baoq dan Desa Aik Mual) serta Kecamatan Pujut (Desa Tanaq Awu dan Desa Sengkol) dengan melibatkan 60 responden petani yang memiliki anak stunting. Analisis data meliputi proporsi pengeluaran pangan, tingkat konsumsi energi dan protein, serta klasifikasi ketahanan pangan berdasarkan kecukupan energi dan pangsa pengeluaran pangan. Hasil penelitian menunjukkan hanya 10% rumah tangga petani tergolong tahan pangan, sementara 72% rawan pangan, 12% rentan pangan, dan 6% kurang pangan. Tingkat kesejahteraan petani tergolong sedang berdasarkan proporsi pengeluaran pangan

Downloads

Published

2025-12-30