Pengembangan Usaha Minyak Kelapa Berkelanjutan melalui Pengolahan Limbah Air Kelapa menjadi Pupuk Organik Cair di Desa Medana
DOI:
https://doi.org/10.52232/jasintek.v7.i1.187Keywords:
Geopark, Kelapa, KLU, KWT, PemberdayaanAbstract
Keberadaan Geopark Rinjani menjadikan Desa Medana memiliki peran strategis tidak hanya dari aspek ekologis, tetapi juga sebagai wilayah dengan potensi ekonomi berbasis pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan. Salah satu potensi utama desa ini adalah usaha pengolahan minyak kelapa yang berpeluang mendukung pengembangan ekowisata. Namun, proses produksi minyak kelapa masih menghasilkan limbah, khususnya air kelapa, yang belum dimanfaatkan secara optimal dan belum memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Padahal, air kelapa berpotensi diolah menjadi Pupuk Organik Cair (POC) yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan pertanian lokal. Desa Medana memiliki Kelompok Wanita Tani (KWT) Tamara yang bergerak dalam bidang pengolahan minyak kelapa, pembibitan hortikultura, serta budidaya ternak. Kegiatan ini diikuti sebanyak 20 peserta anggota KWT TamaraHasil observasi menunjukkan bahwa kendala utama yang dihadapi mitra adalah pengelolaan limbah produksi yang belum terintegrasi dengan kegiatan usaha lainnya. Program Kemitraan Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas KWT Tamara dalam mengolah limbah produksi minyak kelapa agar memiliki nilai tambah ekonomi dan mendukung prinsip keberlanjutan di kawasan Geopark Rinjani. Pelaksanaan pengabdian dilakukan melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, dan evaluasi. Hasil evaluasi pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan yang signifikan pada aspek pengetahuan dan keterampilan mitra dalam mengolah limbah air kelapa menjadi POC. Pemanfaatan POC tidak hanya berkontribusi dalam mengurangi limbah produksi, tetapi juga memperkuat penerapan ekonomi sirkular serta mendorong integrasi usaha minyak kelapa dengan sektor pertanian dan pembibitan hortikultura yang dijalankan oleh KWT Tamara









