Penerapan Inovasi Pengelolaan Pariwisata dan Lingkungan di Desa Adat Kelan: Program Pemberdayaan Desa Binaan Menuju Desa Wisata Tangguh dan Pro-Lingkungan
DOI:
https://doi.org/10.52232/jasintek.v7.i2.183Keywords:
Pengabdian Masyarakat, Desa Wisata, Sampah Laut, Inovasi Pariwisata, Desa Adat KelanAbstract
Desa Adat Kelan di Kecamatan Kuta, Kabupaten Badung, Bali, memiliki potensi wisata pesisir yang besar namun menghadapi tantangan serius berupa masalah lingkungan dan pengelolaan destinasi. Program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) tahun ketiga difokuskan pada penguatan kapasitas dua mitra utama, yaitu Kelompok Usaha Bersama (KUB) Tanjung Sari dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Kelan. Kegiatan yang dilakukan meliputi perencanaan destinasi wisata berbasis pemetaan digital menggunakan Google Earth, penyediaan infrastruktur pendukung berupa instalasi rumah jaga parkir dan portal, serta penerapan teknologi pembakaran sampah sederhana minim asap. Metode kegiatan dilakukan melalui penyuluhan, pelatihan, pendampingan, serta penerapan inovasi lapangan secara partisipatif dengan melibatkan masyarakat, pemerintah desa, dan perguruan tinggi. Hasil pelaksanaan menunjukkan peningkatan signifikan dalam kapasitas mitra, terciptanya produk inovasi yang aplikatif, serta peningkatan kebersihan dan daya tarik wisata di Pantai Timur Kelan. Kesimpulannya, penerapan inovasi berbasis teknologi sederhana dan partisipasi masyarakat mampu memperkuat kelembagaan lokal, meningkatkan pengelolaan destinasi, serta mendukung terwujudnya Desa Kelan sebagai desa wisata tangguh dan pro-lingkungan









